Diskusi Perempuan Berkabar : Bertindak Lokal, Berdampak Global

Fri, 23 Jul 2021 00:25
Hidayatul Rizky

Perempuan mulai bangkit dan berhasil membuktikan dirinya, bahwa mereka layak untuk diperhitungkan. Sukses story para penggerak perempuan sudah sangat banyak, tetapi masih banyak sikap dan prilaku diskriminatif terhadap mereka.
Bagaimana Perempuan menyikapi fenomena yang terjadi dan Bagaimana peran media dalam memperjuangkan Suara Perempuan?
Yayasan Eska unggul Indonesia berkolaborasi dengan atmaGo mengadkan diskusi Perempuan Berkabar : Bertindak Lokal Berdampak Global, Rabu (14/07/2021).

Siswanti selaku Sekretaris Serikat Perempeuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang merupakan salah satu narasumber #diskusiEskaPresent02 bercerita tentang bagaimana peran perempuan agar memiliki status yang setara dengan anggota masyarakat lainnya sehingga mereka dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang demokratis, sejahtera adil dan bermartabat, salah satu upaya yang dilakukan didalam Organisasi PEKKA ialah melakukan pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan hukuum, pendidikan sepanjang hayat, dan melakukan pengembangan media komunikasi. menurutnya dimasa pandemi ini banyak tantangan yang perlu dihadapi dala,m berkegiatan diantaranya masih banyak anggota PEKKA yang masih tidak familiar terhadap kemajuan tekhnologi mau tidak mau memang kita harus terus belajar agar bisa beradaptasi dengan perkembangan tekhnologi.


salah satu Narasumber lainnya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kab Brebes Nakhiroh menyampaikan bahwa saat ini dari Pemerintah Daerah melalui surat Edaran Bupati mendorong perencanaan reponsif anggaran gender harus ada disemua OPD maupun ditingkat Pemerintah Desa, dan minimal harus ada kegiatan Pemberdayaan Perempuan.

Sebagai Narasumber terakhir dalam #diskusiEskaPresent02 Luviana yang merupakan Pemimpin Redaksi Konde.co melihat dari segi media masih jarang yang menulis atau meberitakan tentang isu marjinal perempuan misalnya tentang perermpuan korban kekerasan, perempuan kepala keluarga, perempuan desa maupun buruh, miskin kota dan pekerja rumah tangga. media lebih suka menulis isu "Besar" misalnya tentang artis, sinetron atau isu terkini yang sedang banyak diperbincangkan lewat media sosial. diera digital ini mungkin sedikit meberi kemajuan dengan berbagai kepedulian ana muda yang semarak berkampanye lewat media sosial, munculnya jurnalis warga hali ini bisa mendorong untuk berbagi pengetahuan tentang berbagai isu isu perempuan.

Sejarah Dunia terbentuk karena adanya Perempuan

Bagikan artikel ini :
facebook twitter email whatapps telegram line